Mengenal Sablon

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmirrahin semoga tulisan ini selesai. amin,

Ada alasan kenapa saya memulai dengan nama Allah agar berkah dan tulisan ini benar-benar selesai berhubung hampir puluhan tulisan yang akan saya posting tidak pernah selesai karena ditengah perjalan menulis datang perasaan bosan dan malas dan berakhir dengan tidur atau nonton film. semua tulisan diblog ini semuanya temporal jadi tidak ada konsep yang matang sebelumnya jadi …jadi…jadi ya sering tidak selesai..😀

Kali ini saya akan bercerita tentang sablon atau dikenal dengan screen printing. sablon merupakan proses menduplikat gambar atau tulisan. sebenarnya proses menduplikasi tersebut sudah mulai dipraktekkan jauh hari sebelum hari ini yaitu sekitar 3000 SM diawal peradaban Mesopotamia, dimana masyarakat dimasa itu sudah mulai menggunakan cetakan berupa stempel dari tanah liat yang dibentuk dengan berbagai tulisan. Dengan cetakan tersebut akan digunakan untuk memperbanyak gambar dan tulisan di berbagai media seperti pada batu dan kayu.

Seiring perjalannya Sablon sudah mulai diterapkan pada kain yang pertama kali populer di China pada Zaman Dinasti Song (960-1279). Teknik ini kemudian menyebar ke berbagai belahan bumi dimulai dari Jepang, India, Korea dan negara-negara asia lainnya. Pada abad ke 17 sablon sudah mulai menyebar ke eropa dan kurang populer disana sampai  munculnya sutera bermotif dipasaran yang dicetak menggunakan teknik sablon.

Printer_in_1568-ce

Pada Tahun 1907 Samuel Simon (berkebangsaan inggris) mengadopsi teknik sablon menggunakan stempel menjadi metode yang lebih sedeharna. adapun metode simon adalah menggunakan kertas yang dipotong-potong (stensil) sesuai pola kemudian ditempelkan pada sutra halus. Dengan menggunakan kuas, cat yang dituangkan ke sutra akan dan akan mengalir ke daerah yang dipotong-potong dan menghasilkan gambar. teknik ini kemudian dipatenkan oleh simon.

Pada Tahun 1941 John Pilswort (berkebangsaan Amerka) menyempurnakan penemuan simon dengan merancang sistem silkscreening spanduk dan digunakan untuk tujuan komersil. Dan hingga saat ini metode sablon screen printing masih populer dikalangan seniman. proses screen printing ini tetap dipertahankan hingga sekarang dimana gambar yang sudah di stensil dipasang pada bagian bawah sutra halus yang terpasang pada bingkai kayu.

06dae2210b412a69a057e28bea8cb76d6a2baac1_large

Awalnya, penyablonan digunakan untuk mecetak pada kertas dinding (wallpaper), pencetakan sprei, sutra, atau bahan – bahan kain lainnya yang memiliki kualitas tinggi. Di dunia teknologi industri, penyablonan pada akhirnya diadopsi oleh para seniman sebagai suatu solusi atas biaya pencetakan yang mahal. Sablon adalah solusi praktis dan murah untuk melakukan pencetakan secara berulang – ulang. Penyablonan, sekarang cukup terkenal, baik dalam dunia seni, maupun pencetakan secara komersial, dan seringkali digunakan untuk mencetak gambar pada sablon kaos, topi, CD, DVD, keramik, kaca, polyetilen, polypropile, kertas, logam, dan kayu. Sablon selain sebagai alat cetak komersial, juga merupakan seni. Sekumpulan seniman sablon, kemudian mendirikan Perkumpulan Serigrafi Nasional (National Serigraphic Society), yang merupakan awal dikenalnya nama Serigrafi pada tahun 1930, untuk membedakan antara para seniman yang berkarya di bidang seni dengan menggunakan penyablonan, dengan mereka yang bergerak di bidang sablon industri komersial. Serigrafi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu “Seri” (sutra), dan bahasa Yunani “graphein” (menulis atau menggambar). Seorang seniman bernama Andy Warhol merupakan salah satu nama yang berjasa besar dalam memperkenalkan teknik penyablonan yang berkaitan dengan istilah serigrafi tersebut, terutama di wilayah Amerika Serikat. Warhol sangat dikenal dengan karyanya pada tahun 1962, yaitu pembuatan gambar Marilyn Monroe yang dicetak dengan menggunakan warna – warna yang mencolok. Seorang wirausahawan, seniman, sekaligus investor dari Amerika bernama Michael Vasilantone, mengembangkan suatu mesin penyablonan untuk lebih dari satu warna serta mematenkannya pada tahun 1960. Mesin penyablonan tersebut diproduksi untuk mencetak logo dan tulisan – tulisan pengenal untuk baju – baju pada klub bowling, tetapi pada akhirnya lebih diarahkan sebagai suatu solusi baru dalam mencetak sablon kaos. Paten yang diajukan oleh Vasilantone, tanpa membutuhkan waktu yang lama, akhirnya dikabulkan oleh berbagai pengusaha, dan pada akhirnya, mesin sablon kaos tersebut menjadi salah satu mesin paling populer dalam dunia industri penyablonan. Sekarang, lebih dari 50% kegiatan pencetakan kaos polos di Amerika Serikat dan seluruh dunia menggunakan teknik screen printing

Seiring perkembangan zaman, saat ini muncul berbagai inovasi di dunia sablon terutama dibidang sablon kaos. sablon kaos paling digemari karena penerapannya selain merupakan karya seni juga dapat bersifat komersil. saat ini ada 4 jenis teknik sablon kaos

1. Screen Printing (Sablon Manual)

Teknik sablon ini yang masih bertahan sepanjang masa dan tetap menjadi metode paling favorit di kalangan pengusaha konveksi terutama sablon kaos. selain tahan lama juga bisa menghasilkan efek-efek khusus.

2. Heatpress transfer
http://www.youtube.com/watch?v=qXskmnZhCl0

Metode ini cukup sederhana dengan cara mentransfer gambar ke kaos melalui alat pemanas. prosesnya adalah dengan mengandalkan tinta sublimasi dengan bantuan energi panas.

3. Heat Transfer Vinyl

Mesin ini sangat cocok untuk mencetak huruf di kaos, pemesanan dalam jumlah kecil, nama band, klub sepakbola dll. Motede ini harus didukung dengan mesin print & cut dimana vinyl diprint kemudian dipotong sesuai gambar untuk selanjutnya ditranfer ke kaos dengan menggunakan mesin press tranfer. adapun mesin yang beredar saat ini yang mendukung sejenis rolland dan mimaki
 
4. DTG (Direct to Garment)

Teknik ini tidak membutuhkan skill dasar sablon yang memadai mengingat metode kerjanya sama dengan print lainnya, dimana langsung diprint diatas kaos. Print kaos saat ini banyak beredar mulai produk import sampai dengan lokal, namun pada kenyataanaya DTG produk lokal jauh lebih murah tapi banyak masalahnya ketimbang hasilnya (pengalaman pribadi). Wajar mengingat produk import lebih mahal 10 kali lipat namun menurut yang sudah menggunakannya lebih tahan lama. selain itu mesin print kaos yang beredar saat ini tintanya masih sangat mahal.
 
akhir kata, selesai sudah postingan saya malam ini…Alhamdulillah…
saleum acehdesain

Tags: ,

About rajak

Silakan di copas (copy paste) tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. Saleum Acehdesain........

5 responses to “Mengenal Sablon”

  1. Jaka Zulham says :

    DTG (Direct to Garment) nyan padum harga printer lokal dan padum harga printer import?
    Serta harga printnyan padum bang?

  2. rajak says :

    printer lokal uk a3 berkisar 15jt-20jtan
    sedangkan dtg import bisa 80jt-300jt tergantung merk dan spek nya
    harga tinta dupont white (import) berkisar 3jt/kilo nya
    kalo bole kasih masukan mendingan beli produk import lebih awet dan hasilnya lebih bright, tp klo untuk belajar bole coba mesin lokal anggap saja mencoba menghabiskan uang 15jt. harga printnya klo pake tinta dupont bisa mencapi 30-50-80rb/kaos untuk ukuran A3, tapi harga pastinya lebih baik dihitung kembali saat produksi..

    • Jaka Zulham says :

      Harga yang sangat fantastis ya mas rajak😀
      Tapi kalo memang didaerah geutanyo belum ada yang pake bisa ni kita gunakan untuk ladang bisnis.

      • rajak says :

        lumanyan fantastis…tapi klo untuk mencoba bisnis serius dengan mengandalkan dtg lokal ada baiknya pelajari dulu secara teknis printer biasa setidaknya perawatannya sama dengan printer epson biasa..kalo sudah menguasai secara teknis printer ini sebenarnya cukup menghasilkan uang, kebanyakan yang mencoba bisnis dtg lokal terpaksa gulung tikar karena selain printer itu banyak masalah juga tidak paham cara perawatannya. begitu kira-kira…

      • Jaka Zulham says :

        Iya terimakasih mas rajak atas wawasannya.🙂

bagaimana menurut anda??silakan direspon..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: