Berpetualang ke Pulau Aceh

Berpetualang adalah kegiatan paling seru menghabiskan masa liburan selama akhir tahun. Mengobati rasa rindu akan kedamaian dan berinteraksi dengan alam, menghirup udara segar pegunungan, mendengarkan nyanyian pasir sambil terlentang diantara padang rumput, merasakan angin bebas bertiup, mendaki puncak tertinggi untuk berdiri tegak dengan kebesaran dan kemenangan, menyentuh bintang-bintang, menuruni terjal bebatuan, berkenalan dengan orang-orang baru, bersahabat dan mendengarkan cerita penduduk dan menemukan arti makna hidup seutuhnya. Semua kesan dan kenangan terdalam selama berpetualangan cukup membunuh penat selama setahun penuh bekerja dan beraktifitas. Bagi kami itulah makna sesungguhnya berpetualang mencari tempat baru dan mengenali sepenuhnya, kali ini Pulo aceh menjadi tujuan perjalanan yang layak memenuhi hasrat jiwa petualang kami.


Pulo Aceh terletak dibagian paling barat pulau sumatera dan merupakan pulau terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia, pulau dengan hutan lebat dan penghuni yang masih kental dengan nilai sosial dan budaya ini masih dibawah naungan kabupaten Aceh Besar. Untuk mencapai pulau aceh kita harus menumpang kapal nelayan yang biasanya memasok kebutuhan penduduk ke pulau aceh. Butuh waktu 2 jam dari Banda Aceh untuk merapat dipelabuhan lampuyang – Pulo Aceh, bila beruntung anda akan ditemani lumba-lumba selama perjalanan (beuh…seru kan??kekeke).


Didesa dengan penduduk sekitar 6.000 jiwa ini anda akan disuguhkan senyuman dan panorama pedesaan yang masih alami, anak-anak bermain dibibir pantai diantara karang-karang sambil berburu ikan-ikan kecil menunggu senja tiba. Sekitar 10 menit perjalanan dari pelabuhan lampuyang maka sampailah di desa Alue Paya dimana tempat kami menginap dan menyusun rencana berpetualangan keesokan harinya. Sebelum malam menyelimuti desa kami menyempatkan diri menikmati sunset dipantai Lambaro desa Gugob, kali ini kami belum beruntung karena Desember belum berlalu – mendung dilangit menghalangi pemandangan sang surya kembali keperaduannya.


Jam 08.00 wib, team kami sudah bersiap menyelusuri setiap inchi pulau aceh, ditemani penduduk pulau aceh kami berangkat menuju desa rinon, meulingge, dan puncak mercusuar peninggalan Belanda dengan waktu tempuh sekitar 2 jam dari desa Gugob. Menara suar yang diberi nama William Toren III selesai dibangun pada saat ulang tahun Raja Willem Alexander Paul Frederik Lodewijk, dengan ketinggian 40 meter dan diresmikan pada tahun 1875 bertepatan dengan hari ulang tahun Raja. Sebelum mengunjungi menara suar ada baiknya singgah di Pantai Balu. Pantai Balu menyuguhkan panorama eksotik dengan pantai bersih.

Selanjutnya singgah dipantai meulingge, hamparan laut biru dihiasai terumbu karang yang indah dengan berbagai jenis ikan bersarang didalamnya.

Dari desa meulingge, kami melanjutkan ke puncak menara suar mengunjungi bukti sejarah yang telah lama diabaikan, menunggu runtuh dan lenyap ditelan zaman. Setelah menempuh medan yang menantang dan menyenangkan selama pendakian kami disuguhkan keindahan yang sebenarnya dari pulau aceh.

Hamparan samudera hindia membentang luas tak bertepi. Selain menara suar, ada bangunan loji panjang, gedung pembangkit listrik, gudang logistik, aula untuk pekerja lokal, dan sebuah pelabuhan khusus untuk mercusuar ini. Di pelabuhan ini dulunya perwara Belanda mendarat. Pada tahun 2004 silam ketika bencana tsunami, pelabuhan peninggalan Belanda tinggal puing-puing dan sekarang tersisa pondasi-pondasi berantakan disekitar area pelabuhan. Konon Willem membangun mercusuar untuk menyiapkan Sabang sebagai salah satu pelabuhan transit ke Selat Malaka. Menara suar William Toren di Pulau Aceh memiliki kode Internasional ARLHS IDO-051, Admiralty F1302, NGA 22236.

Menara Suar tempo dulu

Bangunan disekitar menara suar

Bangunan disekitar menara suar tempo dulu

Pemandangan dari atas menara suar

Batee Lhee Blah

Perjalanan selanjutnya adalah mengunjungi puing-puing pelabuhan peninggalan belanda, disana terdapat sumur tua besar yang masih berfungsi hingga sekarang untuk sumber air penjaga menara suar. Disekitar pelabuhan ada beberapa bekas bangunan tua yang sudah hancur, disinilah dulunya Belanda memasok logistik kepada pasukan Belanda.


Diperjalan pulang kami singgah didesa Leupeng, di desa ini kami diajak Mahasiswa Pulo Aceh untuk menyaksikan pemutaran film dokumenter. Untuk mencapai desa Leupeng yang berjarak 15Km dibutuhkan kesiapan fisik karena disini anda akan berhadapan medan yang menantang apalagi bila musim hujan jalan yang lumanyan licin dan berbahaya, bila adan seorang rider yang suka berpetualang, desa Leupeng menanti anda untuk anda taklukkan.
Sebelum melakukan perjalan ke Pulo Aceh ada baiknya anda persiapkan beberapa hal berikut:


Siapkan bekal dan keperluan memasak lainnya karena disana tidak ada anda temukan warung nasi, disana anda akan belajar mandiri dan kompak dengan team. Bawalah tenda karena disana belum menyediakan penginapan bagi pengunjung, fotocopy KTP sebagai syarat melapor pada Polsek Pulo Aceh. Bila anda bukan seorang bagpacker ada baiknya membawa serta kenderaan seperti sepeda motor atau sepeda. Bawalah sepeda motor dengan spesifikasi medan bebatuan dan licin. Selanjutnya anda nikmati sendiri,…
Saleum acehdesain.

Tags: , , ,

About rajak

Silakan di copas (copy paste) tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. Saleum Acehdesain........

One response to “Berpetualang ke Pulau Aceh”

  1. Abdya Travels says :

    Sangat bagus dan nyaris lengkap informasi mengenai Pulau – pulau Aceh……………………perlu kontinuitas utk mem-follow up pariwisata di Pulau – pulau Aceh…………dgn dukungan segala pihak terkait…………..krn kondisi yg masih sangat alami…………..

bagaimana menurut anda??silakan direspon..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: