Mengenang Sewindu Musibah Bencana Gempa dan Tsunami Aceh

Saat bencana itu tiba tak ada yang menyangka betapa maha besarnya malapetaka akan menimpa aceh dan sekitarnya. lebih dari dua ratus ribu nyawa melayang serta hancurnya infrastruktur dan fasilitas rata dengan tanah. Dunia pun ikut berduka atas bencana yang dialami rakyat aceh, berbagai cerita dan kenangan terekam rapi dibenak masing-masing manusia dan kini genap delapan tahun bencana gempa dan tsunami aceh, mari kita jadikan momentum bangkitnya serambi aceh ke arah yang lebih baik. amin. Dalam rangka mengenang tragedi bencana gempa dan tsunami aceh 26 Desember 2004 silam, acehdesain telah mengumpulkan beberapa foto tsunami aceh dari berbagai sumber sejak bencana hingga tahap rehab-rekon aceh pasca tsunami. selamat menikmati..

Pada 26 Desember 2004, gempa bumi yang disusul terjangan Tsunami meratakan seluruh bangunan di sekitar masjid dan satu-satunya bangunan yang tersisa dan selamat adalah Masjid Lampuuk

Photografer : Patrick M. Bonafede

U.S. Navy photo by Photographer’s Mate Airman Patrick M. Bonafede

Seorang ibu dan anak Aceh melintas didepan sebuah helikopter Angkatan Laut AS SH-60B Seahawk setelah tiba untuk bantuan medis di Pangkalan Angkatan Udara Sultan Iskandar Muda Aceh, Sumatera, Indonesia. Tim medis dari USS Abraham Lincoln (CVN 72), Carrier Air Wing Dua (CVW-2) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM). US Navy photo by Photographer’s Mate 3rd Class Jacob J. Kirk

US Navy photo by Photographer’s Mate 3rd Class Jacob J. Kirk

Calangm 9 Januari 2005, Kapal Angkatan Laut Indonesia dan satu unit Helikopter Seahawk milik angkatan laut Amerika memberikan bantuan serta mengevakuasi warga calang ke tempat aman.

Meulaboh, Aceh, 10 Januari 2005, Landing CrLCACaft Air Cushion (LCAC) menyalurkan bantuan pasokan makanan dan air mineral ke Meulaboh Indonesia. US Navy photo by Photographer’s Mate 1st Class Bart A. Bauer

Post by SkullSuck

post by ClaudiaBirchipP12

Island of Sumatra, Indonesia (Jan. 16, 2005) – A US Marine Corps CH-46E Sea Knight lifts off from a village on the island of Sumatra, Indonesia after delivering relief supplies and disaster relief teams.US Navy photo by Fotografer Mate 3rd Kelas Tyler J. Clements

U.S. Navy photo by Photographer’s mate 2nd Class Philip A. McDaniel

U.S. Navy photo by Photographer’s Mate 3rd Class Benjamin D. Glass

U.S. Navy photo by Photographer’s Mate Airman Patrick M. Bonafede

U.S. Navy Photo By Photographer’s Mate 3rd Class Rebecca J. Moat

U.S. Navy photo by Photographer’s Mate 3rd Class Tyler J. Clements

Tags: , , , , ,

About rajak

Silakan di copas (copy paste) tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. Saleum Acehdesain........

2 responses to “Mengenang Sewindu Musibah Bencana Gempa dan Tsunami Aceh”

  1. Aulia says :

    hmm foto dari US Navy kayaknya banyak tuh, mesti lihat galery mereka dulu nih😀

  2. ahmad says :

    Sebagian besar orang menganggap Tsunami Aceh adalah bencana alam murni, sebagian kecil lainnya melihat “out of the box” bahwa tsunami adalah hasil rekayasa senjata thermonuklir Amerika yang diujicobakan. Salah satu dari mereka, M.Dzikron AM, dosen Fak Teknik Unisba menjelaskan hipotesa tentang hal ini,

    1. NOAA, National Oceanic and Atmospheric Administration, beberapa kali merubah data magnitudo dan posisi episentrum gempa, serta kejanggalan tidak adanya peringatan pada ‘seismograf’ di Indonesia dan India. Secara sederhana, gempa selalu dipicu oleh apa yang disebut frekuensi elektromagnetik pada 0,5 atau 12 Hertz, dan bukan merupakan sebuah proses yang terjadi secara mendadak spt tsunami di Aceh.

    2. Sebagian besar mayat yang ditemukan terbujur kaku dengan kulit berwarna hitam pekat, kematian akibat tenggelam tidak akan mengubah warna kulit sedemikian cepat dan sedemikian hitam, sebaliknya mayat-mayat hitam juga nampak pasca dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

    3. Kapal-kapal perang Amerika berdatangan dengan cepat dan bertahan di Aceh selama beberapa bulan bukan sekedar memasukkan bantuan namun juga mengawasi wilayah laut agar peneliti Indonesia tidak turun ke sana.

    4. Ditemukan sampah nuklir 2 bulan pasca tsunami di wilayah Somalia yang kemudian diungkap UNEP, yang diduga berasal dari Samudera Hindia.

    Penjelasan

    Jenis senjata HAARP yang digunakan diperkirakan disebut Warhead Thermonuklir W-53 dengan kekuatan 9 megaton ternyata dapat dengan mudah ditempatkan dalam wadah yang mirip diving chamber (alat selam dalam) yang biasanya digunakan dalam eksploitasi minyak. Wadah ini sekaligus melindunginya dari tekanan sebesar 10.000 pon per inchi persegi di dasar palung laut dalam. Bobot total dengan wadahnya kurang dari lima ton, sehingga dapat dijatuhkan dari buritan kapal suplai anjungan pengeboran minyak lepas pantai. Metode teknologinya disebut SCALAR, yang menggunakan gelombang elektromagnetik untuk memanipulasi kekuatan alam.

    Teknologi perusak berbasis gelombang elektromagnetik pertama kali dikenalkan saintis Rusia Nikola Tesla Saintis ini menjadikan bencana gempa di berbagai negara pada 1937 sebagai sampel penelitian. Selanjutnya, Tesla melakukan penelitian mengenai penciptaan alat yang mampu memunculkan gelombang frekuensi tinggi yang bisa memicu badai dan gempa tektonik. Setelah melalui berbagai penyempurnaan, alat itu mampu mengalahkan kekuatan Nuklir.

    Belakangan senjata pemusnah massal itu dikenal sebagai elektromangnetik SCALAR. Anehnya, rancangan Tesla ini kemudian hilang tak berbekas setelah ia meninggal dan muncul kembali dalam program HAARP, padahal ketika pertama kali ditawarkan kepada Pentagon, rancangan Tesla ini ditolak mentah-mentah.

    Menurut Bertell, AS sudah melakukan uji coba sejak puluhan tahun lalu. Negeri Paman Sam menggunakan Barium dan Lithium yang “dikirim” ke lapisan ozon dengan bantuan gelombang elektromagnetik ke langit negara-negara asia. Teori Bertell didukung Michel Chossudovsky yang berprofesi sebagai analis persenjataan global. Chossudovsky menuduh Pentagon sudah lama membuat senjata untuk memanipulasi cuaca. April 1997, menurut Menhan William Cohen, AS terpaksa menghadapi serangan senjata perubah cuaca dengan senjata sejenis. Demikian juga dengan penggunaan gelombang elektromagnetik pemicu gempa dan tsunami.

    Apa yang dijelaskan Bartell dan Chossudovsky sebenarnya berada di luar nalar logika kita, sehingga kita lebih percaya bahwa sebuah tsunami terlalu musykil dibuat dan dirancang oleh manusia. Namun bila kita memikirkan isu apa yang saat ini digadang-gadang oleh Amerika dan sekutunya, khususnya mereka yang terlibat dalam manipulasi Pemanasan Global, maka senjata HAARP bukan lagi cerita fantasy Hollywood, seperti orang-orang di seluruh dunia yang sebelumnya tidak pernah percaya pada Bom Atom yang dijatuhkan Enola Gay ternyata hasil rekayasa teknologi nuklir yang pada masa itu dianggap begitu canggih.

    Seperti kita ketahui HAARP (High Altitude Atmospheric Research Project) adalah senjata yang didisain untuk menciptakan bencana alam seperti gempa, badai dan tsunami. HAARP memiliki alasan sendiri untuk dijadikan sebagai kekuatan baru dalam isu pemanasan global, seperti dalam project teranyar mereka yang menggunakan ELF (Extremely Low Frequency) untuk menembus lapisan tanah dan es kemudian menghancurkan/melelehkan lempeng artik, melubangi ozon seperti yg sdh dijelaskan, membuat gempa spt di Haiti, China dan Korea, serta menciptakan ‘hurricane‘.

bagaimana menurut anda??silakan direspon..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: