Joke: Na Peng Na Inong…

Pernah anda mendengar “Na peng Na inong?” bila anda ke Aceh maka kata diatas lumanyan populer diucapkan orang aceh, artinya “punya uang punya wanita”, (terjemahannya agak furgar ya?), inong (wanita) dalam kalimat na peng na inong lebih mengarah ke “istri”. Meskipun istri dalam bahasa Aceh berarti “Binoe” tapi lebih banyak menggunakan dengan kata “Inong”.  Postingan ini sebenarnya sebagai pelipur lara temanku yang lagi “kecewa + frustasi + hancur”, sekarang ini sedang menangis pilu (kwakwakwa), sebagai teman baik, awalnya aku mau bantu nangis sekedar membantu menanggung deritanya, tapi aku sudah lupa cara nangis sempat aku tanyai ke mbah gugel “tutotial menangis” hasilnya ga ketemu kebanyakan yang muncul “tutorial corelDRAW, Photoshop, Illustrator, de el el, akhirnya aku putuskan postingan “na peng na inong” sebagai bentuk bantuanku yang selama ini aku terlanjur dikenal “kawan terbaik” (ke-pedean). Oia…sebelumnya aku tidak pernah membatasi materi untuk blog ini, jadi sah-sah aja bila ada postingan yang kemudian aku muat tidak ada hubungan dengan desain…

Ceritanya berawal dari temanku jatuh cinta kepada seorang cewek. Sebut aja nama kawanku  “Robert” (nama samaran), tapi nama robert terlalu keren untuk standar nama masyarakat Aceh saat ini, kedengarannya agak britis, baiklah sebut aja namanya “Joko”, nama ini pun ga objektif (lebih ke java-nya), baiklah aku pake nama “banta” biar lebih standar  dengan kondisi dunia per-namaan di Aceh. Dan tokoh ceweknya aku beri nama “binti”.  Menurut pengakuan temanku (Banta), mereka sudah saling mencintai selama dua tahun secara backstreet, rencananya akan melanjutkan ke arah yang lebih serius, tentunya pada saat Banta tamat kuliah dan punya penghasilan layak untuk membangun rumah tangga. Sebulan terakhir harapan Banta untuk dapat hidup bahagia dengan soulmatenya semakin buram. Masalahnya Binti yang baru lulus Sekolah menengah atas sudah beberapa kali mendapat lamaran/pinangan. Lebih suram lagi, kebanyakan lamaran datang dari keluarga teman bisnis orang tua binti rata-rata beruang (punya uang maksudnya). Ibu binti mengetahui hubungan anaknya dengan banta berusaha maksimal untuk menolak secara halus demi kebahagiaan anaknya, namun cobaan tidak semudah itu dalam love story banta dengan binti. Menurut kabar akan datang keluarga yang melamar  tidak hanya sekedar punya kekayaan tapi punya tempat di dalam pembentukan sejarah silsilah keluarga binti. Dia dari keluarga yang dulu pernah membantu penuh mengeluarkan orangtua binti dari jeratan kemiskinan, hingga orangtua binti menjadi kaya dan menikahi ibu binti. Pepatah lama kalo ga salah berbunyi “utang budi dibawa mati”. Kondisi ini tentu menjadi pukulan berat bagi banta yang katanya tidak mau jauh dari binti apalagi untuk melupakannya (padahal selama ini selalu jauh L  jumpa ketika musim liburan dan hari raya doang). Bagi orangtua binti lamaran tersebut tidak menjadi masalah, malah sebelumnya punya rencana yang sama menjodohkan anak mereka berdua. Hanya ibu binti yang menjadi harapan satu-satunya untuk membatalkan rencana lamaran tersebut. Ibu binti berharap hanya dengan banta anaknya dapat menikah dan hidup bahagia seperti difilm-film yang pernah ditayangkan di tivi. Selanjutnya ibu binti menghubungi banta memberikan beberapa solusi dan jalan keluar sebelum lamaran itu harus diterima, salah satunya banta harus duluan menjumpai keluarga binti terutama ayahnya untuk melamar tentunya dengan peluang yang sangat kecil untuk diterima menjadi menantu. Tujuannya agar keluarga binti punya alasan untuk menolak lamaran keluarga yang membantu keluarganya dulu.

Jodoh ditangan Tuhan, banta harus menelan kenyataan pahit ketika dia tersadar tidak memiliki apa-apa sebagai mahar melamar binti,  melihat status sosial ekonomi keluarga binti tidak kurang dari 20 mayam akan ditetapkan keluarganya sebagai mahar, sedangkan banta dengan status mahasiswa akhir  berdiri dalam kondisi ekonomi murni swadaya  dari keluarga dan orangtua untuk  kelangsungan hidup. Mengingat kondisi ekonomi belum berpihak kepadanya, banta hanya bisa meneteskan air mata ketika beberapa minggu kemudian undangan pernikahan binti sampai di kost banta. Hujan air mata diiringi ratapan kecewa memenuhi kamar kost sesak banta. Aku dan beberapa teman lainnya tidak bisa berbuat banyak selain sumbangan kata-kata pemberi semangat dan beberapa cerita lucu sebagai penghibur ditambah humor-humor basi yang jelas menurutku tidak lucu karena terlalu dipaksakan. Aku yang dari tadi belum berani tampil mencoba membantu dengan membakar beberapa foto ukuran kecil dan jumbo milik binti beserta bingkai-bingkainya, penghuni kamar kost sebelah sempat kaget melihat asap tapi kemudian lega saat melihat kami memberikan aba-aba “aman”, kawanku yang lain memeriksa setiap halaman buku yang ada dikamar banta untuk mencari nama binti kemudian menghapusnya (tentunya aksi kami tanpa disadari oleh banta) banta terlalu larut dalam kesedihan hingga lupa kami selalu ada disaat dia butuh. Usaha kami untuk menghilangkan jejak bahwa binti pernah hadir dalam hidup banta secara fisik kini sudah lenyap sama sekali, kini tinggal ingatan banta yang mustahil menghilangkan kenangan bersama binti. Malamnya kami sepakat nginap rame-rame di kost banta untuk memberikan dukungan spirituil agar esok saat banta membuka mata kembali menjadi banta yang ceria dan tidak mengenal putus asa……Keep Spirit kawan ku….tetap ingat selisih 4:1………😀

Tags:

About rajak

Silakan di copas (copy paste) tapi kalau anda tidak keberatan mohon cantumkan sumber dengan linkback ke blog ini. Saleum Acehdesain........

6 responses to “Joke: Na Peng Na Inong…”

  1. hendra says :

    jak…blang sama kawannya kita bawa beban timbangan aj…..yang dari kuningan itu,,,kita sepuh aj,,,

    • rajak says :

      hahahaha…..
      qe la yang bawa…
      qe kan punya timbangan camplie yang kmaren…
      aq ga punya ndra……….

  2. saifullah says :

    kawan ane juga pernah mengalami kejadian spt cerita ini….
    tpi sekarang dia sudah sukses besar habis termotivasi dari pengalaman pahit masalalunya….
    ane rasa, semua cobaan pahit itu akan menjadi manis bila kita mampu bersabar dan terus berjuang…karena Allah SWT akan selalu membantu orang-orang yang berusaha…….
    syukran postingannya….

  3. Q-Be says :

    kiban haba si banta lawet nyoe, peu kana laen,,,,,???

  4. rahmat says :

    hahahahahahaha….
    ngakak gua baca cerita diatas..
    keren…cara penyampaiannya tepat…dulu gua pernah kenal cewek aceh, cakep, manis dan soleh ketika masih bekerja disana, tp syang dia sudah dijodohi semasa kecil..mamng ad juga tradisi spt itu diaceh??dia diaceh besar…sampai saat ini gua slalu berdoa agar dia bs bahagia…
    Salam

  5. rajak says :

    saya tidk tahu pasti tradisi tersebut…
    karena setahu saya itu bukan khas sebuah daerah tapi sifatnya umum…jadi siapa saja dimana saja bisa saja menjodohi anak karena berbagai pertimbangan….
    makassi udah mampir…

bagaimana menurut anda??silakan direspon..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: